Sejarah Kelurahan Sukolilo
Berdasarkan cerita turun-temurun masyarakat setempat, Kelurahan Sukolilo pada awalnya terdiri dari tiga padukuhan yaitu Pedukuhan Sokobelo, Pedukuhan Dengok, dan Pedukuhan Sukunan. Sekitar tahun 1912, ketiga pedukuhan tersebut digabung menjadi satu wilayah yang kemudian diberi nama Sukolilo. Nama Sukolilo berasal dari dua kata Suko yang berarti suka/senang dan Lilo yang berarti Iklas, dengan demikian Sukolilo dimaknai sebagai masyarakat yang hidup dengan rasa suka, rukun dan iklhas dalam kehidupan bermasyarakat.
Kelurahan Sukolilo juga memiliki situs sejarah dan religi berupa makam Mbah Jogobelo (Mbah Agung dari Demak) yang dihormati masyarakat setempat. Selain itu terdapat tradisi Sedekah Bumi (Manganan) yang masih dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil dan keselamatan yang diberikan, tradisi ini menjadi bagian penting dari warisan budaya Kelurahan Sukolilo. (Berbagai sumber dari masyarakat setempat)
Bagikan halaman ini: