Portal Resmi Kelurahan Sukolilo โ€“ Kecamatan Tuban โ€“ Kabupaten Tuban Rabu, 22 Juli 2026
Sejarah Baru Dunia Balap! Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium Grand Prix
โ† Kembali ke Berita
Kegiatan ๐Ÿ• 23 March 2026

Sejarah Baru Dunia Balap! Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium Grand Prix

Brazil - Veda Ega Pratama mengukir sejarah emas bagi dunia balap Indonesia setelah berhasil meraih podium ketiga (P3) di Moto3 GP Brasil 2026 di Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Goiania pada Minggu (22/3/2026). Pembalap berumur 17 tahun dari Honda Team Asia ini menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix. Pembalap asal Wonosari Kabupaten Gunung kidul Yogyakarta saat sesi Latihan (FP1 & Practice) Sejak pertama kali mengaspal di sirkuit Goiania, ini langsung menunjukkan kecocokan yang luar biasa dengan layout lintasan.

FP1 & Practice: Veda langsung tampil menekan sejak sesi awal. Memasuki sesi Practice penentu, ia berhasil unjuk gigi dengan mengamankan posisi ke 3, Hasil impresif ini membuatnya lolos otomatis ke sesi kualifikasi kedua (Q2) untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada musim debutnya. Kualifikasi (Qualifying) Pada sesi kualifikasi yang sengit, Veda bersama tim mekaniknya berhasil menemukan setelan motor Honda NSF 250 RW yang sangat kompetitif. Veda tampil rapi dan tenang dalam membaca arah angin serta momentum lintasan. Ia berhasil mengamankan posisi start yang sangat menguntungkan, yaitu posisi ke 4 (baris kedua) untuk memulai balapan utama.

Balapan Utama (Race) Jalannya balapan Moto3 Brasil berlangsung sangat dramatis dan penuh dengan ketegangan Memulai dari posisi keempat, Veda melakukan start apik dan langsung melesat ke urutan ketiga di lap awal membuntuti Joel Esteban dan Valentin Perrone. Di pertengahan laga, Veda sempat mengalami kendala grip pada ban belakangnya. Aksi saling salip yang agresif di rombongan depan sempat membuatnya tercecer hingga posisi ke 10 pada lap ke 12. Balapan memanas pada lap ke 13 saat pimpinan lomba, David Almansa, terjatuh akibat tekanan dari Maximo Quiles. Insiden kecelakaan lain memaksa steward mengibarkan Red Flag (bendera merah) untuk membersihkan lintasan. 

Karena balapan belum berjalan 2/3 durasi, restart dilakukan dengan durasi pendek sebanyak 5 lap saja. Posisi start ditentukan berdasarkan satu lap sebelum Red Flag, sehingga Veda harus memulai kembali dari posisi ke 10. Memanfaatkan ban baru pasca-restart, Veda tampil menggila. Ia dengan cepat menyalip pembalap di depannya satu per satu hingga merangsek ke posisi lima besar. Memasuki Lap lap terakhir, Veda mengambil risiko besar di tikungan akhir lintasan. Ia melakukan manuver agresif yang bersih untuk menyalip Alvaro Carpe, merebut posisi ke 3, dan mempertahankannya hingga garis finis di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli. ini adalah sejarah indonesia. Keberhasilan Veda mengibarkan bendera Merah Putih di podium Moto3 Brasil ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap muda Indonesia siap bersaing di level dunia sepanjang musim 2026. (Dorna Sport, Mas Naw)

Veda Ega Pratama saat menerima Piala Podium 3 digelar motogp kelas moto3 di GP Brazil. (Mas Naw)